Jejak Langkah

Bertumbuh dengan pesat

2019

Perusahaan terus meningkatkan kinerja operasional melalui inovasi teknologi dan komitmen pelayanan prima untuk memberikan kepuasan pelanggan. Upaya ini membawa hasil positif karena Perusahaan mendapatkan penghargaan “Asia’s Most Trusted Company Awards 2019” dalam kategori “Asia’s Most Trusted Telecom Tower Solutions & Services Company Category from Indonesia Region” dari International Brand Consulting Corporation, Amerika Serikat.

2018

Perusahaan mencatat pertumbuhan hampir 1.000 menara baru dan menyelesaikan pembangunan jaringan serat optik berskala nasional sepanjang lebih dari 6.000 km, termasuk konektivitas dalam kota dengan kapasitas 10Gb di beberapa kota di Indonesia, terutama Jakarta, Medan dan Makassar.

2017

Pada 30 November 2017, Perusahaan dan PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (“STI”) telah menandatangani Asset purchase Aggreement, dimana Perusahaan telah setuju untuk membeli dan memperoleh, terutama 371 Menara telekomunikasi dari STI.

2016

Pada 25 Juli 2016, Menteri Telekomunikasi dan Informatika Republik Indonesia menetapkan konsorsium Moratelindo-IBS-Smart Telecom sebagai pemenang lelang Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Jaringan Tulang Punggung Serat Optik Nasional Palapa Ring Paket Timur, sehingga konsorsium Moratelindo-IBS-Smart Telecom diwajibkan untuk melakukan pendirian Badan Usaha Pelaksana Proyek.

Pada 16 Agustus 2016, Perusahaan bersama dengan PT Mora Telematika Indonesia dan PT Smart Telecom sepakat untuk menandatangani Akta No.83 tentang Pendirian Perseroan Terbatas PT Palapa Timur Telematika, Badan Usaha Pelaksana Proyek, yang dibuat dihadapan Notaris I Nyoman Satria Wijaya, S.H., M.Kn., Notaris di Kabupaten Tangerang.

2015

Perusahaan mencatat pertumbuhan 453 menara baru dan menyelesaikan pembangunan jaringan serat optik berskala nasional mencapai 4.278 km untuk mendukung implementasi proyek 4G LTE.

2014

Perusahaan melakukan Penawaran Umum Terbatas I (“PUT I”) dalam rangka Penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (“HMETD”) sebanyak 207.831.527 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp500,- per saham dengan harga penawaran Rp3.176,- per saham, sehingga seluruhnya bernilai Rp660.072.929.752,-. Setiap 11 saham lama mempunyai 2 HMETD, dimana setiap 1 HMETD memiliki hak untuk membeli 1 saham baru.

2012

Tonggak baru bagi Perusahaan. Bidang usaha in building services di-divestasikan (spin off) dan Perusahaan memutuskan berfokus di bidang usaha jasa penyedia menara telekomunikasi (tower provider). Dengan jumlah menara mencapai 1.992, Perusahaan kemudian menjadi perusahaan masuk bursa dengan melakukan penawaran saham perdana (IPO) pada 31 August 2012.

2011

Bidang usaha in-building services Perusahaan bertambah menjadi 90 lokasi, tapi jumlah portofolio menaranya bertumbuh hingga tujuh belas kali lipat menjadi 1.989 unit. Perusahaan dengan cepat menjadi pemain pasar yang disegani.

2009

Perusahaan terus menambah portofolio in-building services menjadi 60 lokasi dan memulai masuk ke bisnis menara telekomunikasi dengan mengakuisisi 114 unit tower.

2007

Perusahaan mulai beroperasi dengan membangun portfolio in-building services di 10 lokasi.

2006

Perusahaan didirikan dengan kegiatan usaha utama di bidang jasa penguatan sinyal dalam gedung (in-building service provider).